BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Selamat Datang

Rabu, 06 Januari 2010

Ciri Krom yang Baik

Ciri Krom Bagus
Nggak Sekadar Kinclong

Salah satu kuncian modifikasi adalah kualitas krom. Namun, masih banyak yang nggak tahu yang bagus itu seperti apa? Apa cuma kelihatan kinclong doang. “Salah satunya itu. Yang pasti, warnanya cerah alias tak kekuning-kuningan, semua permukaan krom rata juga nggak retak dan timbul,” jelas Masdjuki alias Djuky, spesialis krom Djuk’s Chrome.

Djuky pemilik bengkel krom di Lebak Bulus I dan Pinang Raya IV, No. 42, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Katanya, kualitas pengkroman tergantung dari proses awal saat pemolesan. Maksudnya, sebelum pencelupan permukaan, part harus benar-benar bersih dari kotoran. Seperti debu, air atau cat dasar yang dulu pernah melapisinya.

Begitu juga celah sempit yang sulit dijangkau alat poles. “Kalau si tukang krom asal-asalan, tidak memoles bagian celah tersebut, biasanya hasilnya tidak rata atau ada yang buram,” lanjut Djuky. Nah, ini juga yang bikin permukaan krom tampak jelek.

Kualitas bahan baku cairan krom yang dipakai juga menentukan. Kalau cairan krom berkadar rendah, hasilnya tampak berwarna kekuning-kuningan. “Maksudnya, kadar krom kurang melekat di nikel yang memang berwarna kekuningan,” saut pria aseli Brebes, Jawa Tengah yang mengharamkan membersihkan krom pakai Autosol.

Terakhir, kalau ingin mengkrom aluminium atau babet. Proses kerjanya sangat hati-hati lantaran materialnya mudah berjamur. Nah, agar tahan lama dan tidak timbul serta ngelotok , harus dicelup ke sodium cyanide. “Agar lapisan nikel di almu homogen dengan krom,” jelasnya.

Makanya, kalau mau ngekrom almu, tanya dulu apakah si tukang krom memakai cairan itu. Kalau gak punya, lebih baik tidak jadi. Jelas, kan?

0 komentar: